Minggu, 30 Mei 2010

Aku

Hari ini aku begitu gembira, bisa melihat rona merah pagi yang penuh keindahan. Tuhan terima kasih dan syukur aku panjatkan, Kau izinkan aku menghirup udara dunia yang sempurna. Aku hanya bisa merenung dan merenung tanpa bisa berbuat apa-apa. Inilah aku lemah tak berdaya, tapi izinkan aku ditengah ketakperdayaan ini bisa menyebut nama-Mu. Ya Allah Ya Rob. Ampuni dosa-dosaku dan berikan aku jalan yang lurus, biar aku bisa genggam asa duniaMu dan fitrahMu. Ya Allah aku berserah diri dihadapanMu. Aku yang hina dina hanya bisa mengeluh dan mengeluh..
Ya Allah terima doa hambamu. Jadikanlah hambaMu insan yang slalu dalam jalurMu biar bisa slalu terima ridhiMu..............Amieeen

Selasa, 25 Mei 2010

Doa untuk Mak

Mak.......
Izinkan anakmu hari ini meminta..................
Doamu yang iklas
Doamu yang slalu diridhoi oleh yang kuasa

Mak....
Apa yang emak katakan dulu benar adanya.
Mak pernah bilang
" Le hidup itu harus semeleh, pasrah, tidak ngoyo, tetapi kamu harus yakin akan apa yang kamu miliki, akan apa yang kamu yakini, kebenaran dan kejujuran itulah kuncinya le "

Itu semua ternyata benar adanya, mak....
Kita slalu bersyukur dengan apa yang sudah kita miliki, ndak usah merinan, ndak usah pamrih dan ndak usah iri.

Mak.....
aku telah banyak membuktikan dengan apa yang mak katakan.
Hidup ini mung sekedar mampir ngobe, maka isilah dengan hal-hal yang baik.
sayangilah tetangga
sayangilah teman
dan sayangilah semua yang tuhan ciptakan buat kita.

Mak....
Nikmat yang telah aku rasakan semua berkat doa mak, dan doa bapak.
aku bisa begini juga karena mak dan bapak
aku bisa lari juga karena mak dan bapak
aku bisa berdiri juga karena mak dan bapak

Doamu mak, laksana air terjun yang tak pernah kering
mengalir memasuki relung-relung nafas dan tulang-tulangku.
Maafkan aku mak, jika aku belum bisa membalas semuanya
hanya doaku moga mak selalu dalam lindunganNya... amien

Minggu, 23 Mei 2010

Dongeng sebelum tidur

Alkisah demikianlah kuawali kogoreskan asa ini dalam sebuah blog kesayanganku.Adalah suatu kewajaran bila kita merasa berbahagia, dan bersyukur karena Allah senantiasa curahkan apa yang kita minta. Meski tanpa disadari kita kadang sembrono dalam meminta. Seyogyanya kita malu karena selalu meminta dan kadang memaksa. Terus agak menggerutu manakala asa kita tak kesampaian. Inilah prolog sebuah dongeng tentang anak manusia.

Kapan sebenarnya kita berbenah....
Kapan sebenarnya kita berubah
Kapan sebenarnya kita pasrah
Kapan sebenarnya kita terima apa adanya...............

Susah memang ......
Tak ada salah bila dicoba
..........................................................
Inilah dongeng yang slalu kudengar dari mbahku sebelum aku tidur. Tole cah bagus berdoalah sebelum tidur biar mimpimu enak untuk dinikmati, biar mimpimu indah dan manis untuk kau ceritakan. Dahulu kala dalam sebuah hutan hiduplah seorang nenek tua yang ditemani seorang putri. Putri itu sederhana, cantik, cekatan dan rajin membatu neneknya. itu dilakukan tiap hari, tiap waktu tanpa ada sara keluh dan kesah. Iklas dan rela semua ia lakukan. Tole cah bagus, kamu harus bisa seperti itu, biarkan mimpimu menggapai asamu wahai..cucuku.....cerita belum selsai karena aku keburu tidur............................

Senin, 16 November 2009

Renungan

Sesungguhnya hidup ini ibarat mampir ngombe (mampir minum) cuma sebentar, ndak lama maka tinggal bagaimana kita memanfaatkan. Waktu yang sebentar itu mau kita apakan. Apa sekedar minum aja, atau ada yang lain. Ini barangkali yang harus kita renungkan. Kita itu wayang atau dalang. Pemain atau sutradara. Itu saja. Kalau kita wayang siap-siap aja dimainkan sesuka dalang, sama seperti pemain, siap-siap saja manakala sutradara memainkannya. Tapi sesungguhnya hidup tidak sesederhana seperti itu. Memang ada yang mengatakan hidup itu panggung sandiwara. Terus kapan sandiwara akan berakhir. Hari ini, besok atau kapan-kapan terserah yang punya. Tidak ada salahnya kita menengok ke belakang petuah para leluhur kita, macam Ronggowarsito, yang dengan waskitanya bisa melihat keaadaan dunia yang akan datang, seperti dunia yang kita alami saat ini. Sesungguhnya kewaskitaannya Ronggowarsito bisa kita renungkan. Apakah sesungguhnya laku kita sudah sesuai rel yang ada, atau malah kita keluar rel (seperti yang dialami kereta api kita yang selalu keluar rel dan ambruk lah he..he..) Memang benar hidup itu pilihan. Yang benar atau salah.Kanan atau kiri.Surga atau neraka. itu semua ada digenggaman kita. Mau kita apakan semua itu. Toh kita yang genggam. Jadi semua tergantung kita. Jadi kita tidak bisa menyalahkan orang lain. Mengkambingghitamkan orang lain. Merekayasa orang lain. Kapan kita bisa bergandeng tangan,seiya sekata dalam langkah dan kebenaran tuk menuju asa yang kita inginkan.